Bojonegoro Menjadi Pilot Project Penghapusan Kemiskinan Ekstrem Nasional
Bojonegoro yang menjadi pilot project penanganan kemiskinan ekstrem semestinya bisa menjadi nomor satu dalam penanganan kemiskinan ekstrem ini , pasalnya Bojonegoro mempunya sumber dana yang cukup untuk melaksanakan program-program ekstrem untuk penghapusan kemiskinan ekstrem.
Program ekstrem bisa dalam programnya yang ekstrem atau anggaranya yang ekstrem atau waktunya yang ekstrem atau cakupan sasarannya yang ekstrem atau kerja pegawai negerinya yang ekstrem.
Sebagai contoh program ekstrem, cukup dari program yang sudah ada, yakni Bantuan Langsung Tunai (BLT) ekstrem untuk penduduk dalam kategori miskin ekstrem sebesar Rp. 600 ribu per bulan. Program ini otomatis akan menjadikan penduduk miskin ekstrem tersebut tidak lagi miskin ekstrem. Pasalnya sesuai dengan kriteria bahwa penduduk miskin ekstrem adalah penduduk yang Power Purchasing Parity (PPP) nya $ 1,9 per hari, atau setara dengan Rp. 11.900 atau Rp. 600 ribu per bulan.
Di Bojonegoro pada tahun 2022 tercatat jumlah penduduk miskin ekstrem adalah 22,430 jiwa (https://sintagelis.jatimprov.go.id/) , jika masing-masing penduduk miskin ekstrem mendapatkan BLT Ekstrem Rp. 600 ribu/bulan maka kebutuhan anggaran dalam satu tahun adalah Rp. 161 miliar, dan Bojonegoro dipastikan sudah tidak ada lagi kemiskinan ekstrem.

Untuk Kabupaten Bojonegoro besaran ini terlalu kecil dibandingkan dengan Perubahan APBD Bojonegoro tahun 2022, yakni Rp. 7,03 triliun, hanya 2 persen saja. Ini cara yang paling mudah untuk mengentaskan kemiskinan ekstrem di Bojonegoro.
Ya, daripada dananya disumbangkan kepada Kabupaten lain yang tidak ada manfaatnya untuk masyarakat Bojonegoro.