Atasi Kemiskinan, Bupati Anna Ajak Masyarakat Bojonegoro Kompak

oleh
oleh
(Acara Sambang Deso di Dusun Bungas, Desa Guyangan Kecamatan Trucuk, Jumat 1-10-2021. Foto : Humas Pemkab Bojonegoro)

Bojonegoro,damarinfo.com- Bupati Bojonegoro Anna Muawanah menghadiri kegiatan Sambang Desa di Dusun Bungas, Desa Guyangan Kecamatan Trucuk, Jumat 1-Oktober-2021. Acara yang mengangkat tema Optimalisasi Pemberdayaan Masyarakat Melalui Penanggulangan Kemiskinan Yang Berkelanjutan dan Pembangunan Insfrastruktur Sumber Daya Air. Bupati Anna didampingi Kepala Dinas Kominfo, Kepala Dinas Sosial, Plt. Kepala Dinas PU Sda hadiri kegiatan Sambang Desa di Dusun Bungas, Desa Guyangan, Kec. Trucuk.

Kepala Dinas Sosial bahwa Pemkab Bojonegoro Arwan mengatakan, pihaknya memiliki beberapa Program Penanggulangan kemiskinan. Diantaranya KPM, KPP, Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), Santunan, Beasiswa Pendidikan dan lain-lain. Namun dalam perjalanannya, upaya dalam menekan angka kemiskinan masih mengalami kendala di sektor data. Sebagaimana yang disampaikan oleh Ka Dinsos bahwa terdapat ketidaksesuaian data akibat dari update data dan sumber data yang dimiliki Kementerian dengan Pemkab Bojonegoro. Sehingga, tercatat di kementerian masyarakat miskin tinggi.

“Padahal Pemkab Bojonegoro telah mengcover 100 persen masyarakatnya dengan BPJS,” ujarnya.

Selain itu, Pemkab Bojonegoro juga telah mentargetkan program Aladin atau RTLH tuntas di tahun 2022, dan BPNT Daerah guna mengcover masyarakat yang tidak menerima Bantuan PKH dan bantuan lain dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Baca Juga :   Angka Kemiskinan Bojonegoro Lebih Rendah dari Kabupaten Tetangga

Pada kesempatan itu, masyarakat juga mensoroti aktivitas Kali Kening di Desa Banjarsari yang rawan longsor apabila memasuki curah hujan dan volume sungai meningkat karena menjadi titik pertemuan 2 sungai. Hingga saat ini, telah terjadi longsor seluas 1 hektar lebih dan meminta bantuan penanganan longsor yang lebih lagi dari Pemkab Bojonegoro.

Bupati Bojonegoro Anna Muawanah menjelaskan, bahwa Kali Kening memang menjadi ranah Pemkab Bojonegoro, namun karena titik penyebab longsor di pertemuan dengan Sungai Bengawan Solo, maka titik tersebut menjadi ranah Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo. Namun pemkab akan tetap berupaya berkoordinasi dengan pihak BBWS terkait penanganan longsor di sekitar Kali Kening.

“Saya meminta masyarakat juga turut serta berperan menjaga lingkungan, pastinya dengan tidak sembarangan membuang sampah. Kemudian menanam pohon disekitar aliran kali untuk mencegah longsor,” ujarnya.

Baca Juga :   50 % Penduduk Miskin ada di Pulau Jawa. Provinsi Mana Paling Banyak?

Bupati Anna Mu’awanah menambahkan, Bojonegoro ditunjuk sebagai Pilot Project Penanganan Kemiskinan Ekstrem. Ada sekitar 50.200 jiwa masyarakat di Kab. Bojonegoro dari data kementerian tergolong masyarakat miskin ekstrem. Dengan kategori tidak mendapatkan fasilitas pelayanan kesehatan, berstatus RTLH, tidak mendapatkan program pemberdayaan masyarakat, dan tidak tersentuh program kesejahteraan lain.

 

Anna Mu’awanah memastikan tahun 2021, Kab. Bojonegoro mampu menyelesaikan kemiskinan ekstrem.  Hingga saat ini 100 persen masyarakat Bojonegoro telah ter cover BPJS, Program ALADIN tuntas di tahun 2022, telah meng cover masyarakat yang tidak menerima Bantuan dari Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi.

“Sehingga komponen kemiskinan Ekstrem dapat teratasi dengan program pembangunan Pemkab Bojonegoro dan 100 persen data dapat sesuai dengan yang ada di Kementerian,” terangnya.

Penulis : Syafik

Editor : Sujatmiko

Sumber : Humas Pemkab Bojonegoro

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *