Aparat Gabungan All Out Amankan Gerakan Jateng di Rumah Saja

oleh
APEL SINERGI : Apel sinergi TNI-Polri dan Pemkab Blora di alun-alun Blora, Jumat 5-Februari-2021. Apel digelar antara lain sebagai persiapan gerakan Jateng di rumah saja yang diadakan Sabtu dan Minggu 6-7 Februari 2021.Foto/Ais

Blora-Aparat gabungan di Kabupaten Blora all out mencegah persebaran virus korona (Covid-19). Kesiapan itu ditunjukan dengan digelarnya apel sinergi TNI-Polri dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) di alun-alun Blora, Jumat 5-Februari-2021. Apel dipimpin Bupati Blora Djoko Nugroho.

Dalam apel sinergi yang diikuti aparat TNI, Polri serta Pemkab Blora yang diwakili satuan polisi pamong praja (Satpol PP), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta dinas perhubungan itu, Bupati Djoko Nugroho menegaskan, Pemkab Blora menindaklanjuti surat edaran gubernur Jawa Tengah tentang gerakan Jateng di rumah saja sebagai salah satu ikhtiar menghentikan persebaran Covid-19. Dan saya yakini apel ini adalah satu-satunya yang diselenggarakan di Jawa Tengah, ujar Bupati Djoko Nugroho.

Menurut bupati, angka kasus positif Covid-19 di Indonesia masih tergolong tinggi. Di katakannya, di Blora saja total jumlah kasus positif Covid-19 sejak awal pandemi hingga kemarin sebanyak 4.640 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 199 orang meninggal dunia. Indonesia menduduki peringkat 19 jumlah kasus Covid-19 di dunia. Di Asia nomor empat dan di Asia Tenggara terbanyak. Oleh karena itu wajar apabila presiden dan gubernur memerintah kita untuk menanggulangi persebaran virus ini, tegas Djoko Nugroho yang pernah menjabat komandan Kodim Rembang.

Terkait gerakan Jateng di rumah saja yang akan digelar Sabtu dan Minggu (6-7/2), Bupati Djoko Nugroho mengajak kepada seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Blora untuk menyukseskan program tersebut. Gubernur Ganjar Pranowo mengajak kita untuk menyukseskan gerakan ini. Karena virus korona ini yang menyebarkan manusia. Oleh sebab itu, mari selama dua hari kedepan kita kurangi kerumunan manusia dengan mengurangi mobilitas, kata Kokok, sapaan akrab Djoko Nugroho.

Bupati berharap dengan diadakan apel sinergi ini, masyarakat bisa mendengar dan ikut serta menyukseskan ikhtiar untuk mengurangi persebaran Covid-19. Saya minta tolong kepada kapolres, komandan kodim dan kasatpol PP dan seluruh jajaran untuk terus menerus melakukan sosialisasi. Ini salah satu bentuk sosialisasi terbuka yang kita lakukan. Tidak ada yang mendadak. Harapan saya perekonomian dan kesehatan masyarakat dapat berjalan beriringan di masa pandemi ini, kata bupati.

Menurutnya, gerakan ini bisa dimulai dari keluarga untuk menjadi contoh dengan tidak keluar rumah selama dua hari ini Sabtu dan Minggu. Car free day (CFD) ditiadakan. Pasar hewan Pon ditutup sementara. Namun, pasar-pasar tradisional karena kegiatan ekonomi, tetap buka dengan jam operasional terbatas serta aturan dan protokol kesehatan yang ketat. Hajatan tidak boleh mengundang tamu. Yang paling berat adalah pembatasan jam operasional toko, mall, PKL, warung dan restoran karena bagaimanapun juga perputaran ekonomi harus tetap berjalan, ujar Bupati Djoko Nugroho.
Penulis : Ais

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *