Apa yang Harus Dilakukan Saat Kesusahan? Berikut Tausiyah dari Gus Baha

oleh
oleh

Damarinfo.com – KH Bahauddin Nursalim menyampaikan tentang pentingnya menerima skenario Allah, tidak berputus asa dalam rahmat Allah jika sedang kesusahan, dan tidak berbangga diri atau sombong jika ditakdirkan sukses.

Gus Baha menjelaskan dalam menyikapi Qada dan Qadar Alloh dalam kanal YouTube Ngaji Bersama pada Minggu, 23 Januari 2022. Berikut ulasan selengkapnya. Menurut Gus Baha, kita sebagai manusia harus menghindari berputus asa dan bersikap sombong. Caranya dengan mempercayai dan meyakini Qada dan Qadar Allah SWT.

Semua hal yang terjadi pada diri kita, sebenarnya adalah skenario Allah yang harus kita sikapi dengan bijaksana. Gus Baha mengatakan, dalam banyak hal kita harus percaya dan yakin pada Qada dan Qadar Allah, begitupun saat ingin bertaubat.

Ketika ingin bertaubat dan menenangkan hati, anggap saja dosa-dosa di masa lalu bagian dari Qada dan Qadar. Namun, dengan catatan setelah bertaubat harus benar-benar menjalankan syariat Islam sebagai bentuk kewajiban seorang muslim.

Santri kesayangan almarhum KH Maimun Zubair ini, juga menceritakan tentang kisah Nabi Musa a.s yang bertemu dengan Nabi Adam a.s. Gus Baha juga menyampaikan keteladanan Nabi Adam yang arif dan bijaksana dalam menyikapi Qada dan Qadar dari Allah SWT.

Nabi Musa sempat menyalahkan Nabi Adam yang telah melakukan dosa besar ketika di surga. Sehingga anak-turunnya ikut terbuang dari surga dan harus menjalani hidup yang keras di dunia. Nabi Adam, dengan santai menjawab  “Bukankah kamu sudah melihat di Taurat bahwa saya akan dosa, dan itu sudah ditulis 40 tahun sebelumnya.”

“Berarti kamu mengkritik saya dengan Qada dan Qadar yang telah ditulis Allah sebelum saya melakukannya,” lanjut Nabi Adam.

Setelah mendengarkan pernyataan tersebut, Nabi Musa terdiam dan tidak bisa membantah pernyataan Nabi Adam.

Dalam suatu riwayat, ketika mendengar cerita tersebut Nabi Muhammad SAW bersabda: “Nabi Adam telah mengalahkan argumen Nabi Musa.”

Nabi Adam adalah sosok dengan karakter yang arif dan bijaksana, jadi meskipun ditantang sama yang lebih muda, sikapnya biasa saja.

“Apa yang mengenai bumi ataupun yang ada pada diri kamu, yakini saja sebagai Qada dan Qadar,” ungkap Gus Baha

“Supaya kamu tidak kecewa dengan apa yang sudah terlewatkan, dan tidak bangga dengan apa yang kamu dapatkan,” tambahnya.

“Misalnya saya, saya ini kan termasuk kyai keren. Saya gak pernah bangga karena memang sudah ditulis kalau suatu saat Gus Baha jadi keren, kan sesuai skenario,” kelakar Gus Baha.

“Jadi untuk menghilangkan ujub dan bangga caranya juga dengan beriman kepada Qada dan Qadar,” pungkasnya.

Editor : Syafik

Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=0L8mwIEwWGM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *