Anggaran Dialihkan untuk Covid-19, Wabup Blora Urug Jalan Bersama Relawan

oleh
(Wabup Blora H Arief Rohman bersama relawan masyarakat melakukan perbaikan darurat ruas jalan Kamolan-Banjarejo di Desa Sendangwungu, Senin 13-4-2020.. Foto : Ais)

Blora-Anggaran pembangunan ruas jalan Kamolan-Banjarejo di Kabupaten Blora dialihkan untuk penanganan pandemi virus korona. Akibatnya, ruas jalan Kamolan-Banjarejo yang rusak itu dipastikan belum akan diperbaiki tahun 2020 ini.

Anggaran pembangunan jalan Kamolan-Banjarejo sebesar Rp 6,3 miliar sebelumnya direncanakan bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) 2020. Namun, seiring pandemi virus korona, anggaran tersebut dialihkan untuk penanganan virus korona. Hal itu berdasarkan surat dari Kementerian Keuangan tanggal 27 Maret 2020 nomor S-247/MK.07/2020 tentang Penghentian Proses Pengadaan Barang/Jasa Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Tahun Aggaran 2020.

‘’Akibatnya, sejumlah ruas jalan yang akan dibangun dengan DAK 2020 ini dibatalkan. Salah satunya adalah ruas jalan Kamolan-Banjarejo yang telah dianggarkan Rp 6,3 miliar juga ikut dihentikan oleh pemerintah pusat guna penanganan Covid-19,’’ ujar Wakil Bupati (Wabup) Blora H Arief Rohman, Senin 13-4-2020.

Wabup menjelaskan, kerusakan Jalan Kamolan-Banjarejo sebenarnya sudah ditangani secara bertahap. Sejak 2018 jalan mulai dibeton di Desa Mojowetan, dan berlanjut 2019 dibeton mulai dari Dukuh Ngablak Desa Sumberagung hingga Desa Banjarejo. Sedangkan tahun ini direncanakan dituntaskan dengan pembetonan dari Ngablak hingga Jembatan Kenduruan Desa Gedongsari dengan anggaran DAK 2020 dan peningkatan jalan dengan anggaran DAU (Dana Alokasi Umum) dari Jembatan Kenduruan hingga Kamolan.

Baca Juga :   Di Jawa Timur 13 Penderita Covid-19 Sembuh

‘’Namun karena DAK 2020 dibatalkan, maka 2020 ini tinggal peningkatan jalan dari DAU yang bisa dijalankan,’’ kata wabup.

Kepala DPUPR Blora Samgautama Karnajaya melalui Plt. Kepala Bidang Bina Marga Wilayah I Bambang Joko Wijanarko menambahkan, anggaran DAU sekitar Rp 5 miliar. Dana tersebut nantinya akan gunakan untuk peningkatan ruas jalan dari jembatan Kenduruan hingga perempatan Kamolan dengan sistem hotmix atau AC-BC (Asphalt Concrete – Binder Course).

Baca Juga :   Dari Kluster Pasar di Bojonegoro, 168 Orang Reaktif Rapid Test

Dibatalkannya DAK untuk penuntasan pembangunan jalan Kamolan-Banjarejo mengundang keprihatinan masyarakat. Mereka menyikapinya dengan melakukan perbaikan darurat dengan menggunakan tanah sirtu di ruas jalan tersebut. Wabup H. Arief Rohman turut serta bersama relawan masyarakat memperbaiki kerusakan jalan Kamolan-Banjarejo, Senin 13-4-2020.

‘’Terimakasih kepada para relawan. Kami mohon maaf, yang sedianya pembangunan Jalan Kamolan-Banjarejo bisa tuntas di 2020 ini, terpaksa mundur karena kena dampak pandemi Covid-19,’’ kata Wabup H Arief Rohman.

Kerusakan ruas jalan Kamolan-Banjarejo terbilang cukup parah. Sejumlah lubang bertebaran di ruas jalan tersebut. Genangan air cukup dalam menutupi ruas jalan saat diguyur hujan.

Penulis : Ais

Editor :Syafik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *