Alumni At Tanwir Talun Sumberejo Jabat Sekretaris Ansor Jawa Timur

oleh
oleh
(Sekretaris DPW GP Ansor Jawa Timur, Hasan Bisri)

Bojonegoro, damarinfo.com – M. Hasan Bisri jabat Sekretaris Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Timur dalam Pergantian Antar Waktu (PAW) periode 2019 – 2023, sebelumnya ia menjabat sebagai Sekretaris Dewan Instruktur PW GP Ansor Jawa Timur.

Hal ini sesuai dengan Surat Keputusan (SK) Pimpinan Pusat (PP) GP Ansor nomor 3460/PP/SK-01/IV/2022, tertanggal 22 April 2022, tentang pengesahan susunan Pengurus Antar Waktu Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor periode 2019-2023.

Dalam SK tersebut, PP GP Ansor memperhatikan surat PW GP Ansor Jawa Timur nomor 0396/PW-XII/SR-01/III/2022 perihal permohonan SK Pengurus PAW tanggal 25 Maret 2022 dan kesepakatan yang di putuskan dalam rapat Pengurus Harian Pimpinan Pusat GP Ansor tanggal 31 Maret 2022.

Atas turunnya SK dari PP GP Ansor M. Hasan Bisri menyampaikan jika ia tidak bangga atas jabatan tersebut karena hal tersebut adalah sebuah tanggungjawab dan amanah yang harus di jalankan, dan sebelumnya ia keberatan atas jabatan tersebut dengan pertimbangan sudah lama menjadi pengurus PW Ansor Jawa Timur di periode-periode sebelumnya.

Baca Juga :   Ansor Kapas Desak Normalisasi Sungai

“Saya jujur, tidak bangga atas jabatan ini. Karena, sebuah tanggungjawab dan amanah yangbharus di jalankan,” Ujar Alumnus Ponpes Attanwir Talun ini, pada Senin, 6-Mei-2022.

Lanjut Hasan Bisri, Ia memohon do’a restu supaya dalam menjalankan tanggungjawab dan amanah yang di embannya tersebut bisa laksanakan secara amanah dan berkah kedepannya.

Baca Juga :   Mustakim dan Gus Ja’far Berebut Kursi Ketua Ansor Bojonegoro

“Saya mohon do’a restunya, supaya amanah dan berkah,” tandas pria yang pernah menjabat sebagai Ketua PC GP Ansor Bojonegoro ini.

Pesan pria yang juga mantan aktivis PMII Bojonegoro ini untuk generasi muda, yaitu supaya transforming intelektual life for social, political and cultural investment yaitu mentransformasikan nilai-nilai kehidupan intelektualnya  dalam dimensi sosial, politik dan budaya sebagai wujud investasi. selain itu juga mengingat dawuh KH. Wahid Hasyim ayah Gus Dur :

لَقَدْ غَرَسُوْا حَتَّى أَكَلْناَ وَإِنَّناَ # لَنَغْرَسُوْا حَتَّى يَأْكُلَ النَّاسُ بَعْدَنَا

“Para pendahulu telah menanam sehingga kita memakan buahnya. Sekarang kita juga menanam agar generasi mendatang memakan hasilnya”

Penulis : Rozikin

Editor : Syafik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *