Agus Sigro Pelopor Teater Kampus di Bojonegoro

oleh
oleh
(Seniman Bojonegoro Agus Sigro. Foto: Syafik)

Bojonegoro,damarinfo.com – Pagi hari di bawah pohon kerers (baca: kersen), seorang pemuda berambut gondrong, berblankon (topi khas jawa), sedang menikmati rokok dengan oncle (benda untuk sambungan menghisap rokok) dan secangkir kopi kothok (Kopi khas Bojonegoro).

Sambil menyeruput kopi yang dituang di lepek (alas cangkir), dia bercerita tentang kisahnya membangun teater kampus di Bojonegoro. Ketiadaan Teater Kampus pada waktu sekitar tahun 2000 an mendorong gairahnya untuk membangun Teater Kampus. Pengembaraannya ke berbagai daerah yang memiliki “atmosfer” seni teater seperti Yogyakarta dan Surabaya menjadi pendorong untuk mewujudkannya.

“untuk itu, saya harus kuliah, setelah survey di berbagai kampus di Bojonegoro, IKIP PGRI paling pas untuk memulai membangun Teater Kampus” Kata Agus Sigro –nama pemuda itu-

Lanjut Agus Sigro, jadi dia masuk menjadi mahasiswa IKIP bukan untuk kuliah tapi untuk membangun Teater Kampus, bahkan untuk memilih jurusannya saja, tidak terlalu dipikirkan, jurusan apa saja, asal dia terdaftar sebagai mahasiswa. Sigro-panggilan akrabnya- juga jarang masuk kuliah, dia ke kampus hanya saat memberikan materi kepada para mahasiswa yang berminat di dunia teater.

Baca Juga :   Oklik, dari Sobontoro untuk Bojonegoro

“waktu daftar saya hanya tanya, jurusan yang ada apa mbak, waktu itu disebutkan banyak jurusan salah satunya jurusan Bahasa Indonesia, ya saya pilih jurusan itu. Namun karena yang daftar hanya 2 orang, akhirnya dipindah ke Jurusan Bahasa Inggris” Ujar Sigro.

Sigro pun membangun Teater Kampus pertamanya di IKIP Bojonegoro dengan nama Teater Parkir singkatan dari Pusat Arena Pikir. Sebuah prestasi yang membanggakan buat Sigro adalah saat Teaternya tampil dalam ajang Pekan Seni Mahasiswa Daerah (Peksimida) tingkat Provinsi Jawa Timur yang waktu itu digelar di Krida Budaya Malang, padahal saat itu belum Teater Parkir belum resmi menjadi Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di IKIP PGRI. Baru saat Rektornya Budi Irawanto atau biasa dipanggil Mas Wawan, Teater Parkir remi menjadi UKM di IKIP PGRI Bojonegoro.

“pada waktu itu sama Mas Wawan diberikan anggaran Rp. 8 Juta per tahun, itu pertama kali ada UKM Teater di Kampus” Kata Sigro

Baca Juga :   Datangi DPRD, Pegiat Seni Budaya Blora Ingin segera Manggung

Setelah lulus kuliah pada tahun 2004, Sigro menyerahkan estafet kepimpinan Teater Parkir kepada Abrori, dan Sigro memutuskan memilih mengembangkan karir dalam bidang pendampingan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) bergabung ke Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

“sayangnya saat ini Teater Parkir hanya ada namanya, tapi kegiatannya tidak maksimal, bahkan beberapa kali saya harus kecewa” Tegas Sigro

Menurut Sigro, ternyata berbeda Teater Kampus di Bojonegoro dengan Teater di kampus-kampus di kota lainnya. Pasalnya di Bojonegoro, yang kuliah adalah orang lokal Bojonegoro, tapi di kota-kota lain yang kuliah adalah mahasiswa dari berbagai daerah, sehingga lebih total dalam ber teater.

“tapi teater parkir menjadi pemicu munculnya teater di kampus-kampus lain di Bojonegoro, seperti Teater Geni Wara di Unigoro Baru yang berdiri  awal 2020/21,yang dilatih oleh Dewi Qurota Ayun, seorang sutradara perempuan jebolan ISI Yogyakarta, di Unugiri juga ada Teater Lingso asuhan Siswo Nurwahyudi” Kata Sigro

Perbincangan serius di bawah pohon keres harus dihentikan, untuk mencari makan siang.

Penulis : Syafik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *