Abbas bin Abdul Mutholib, Sahabat Nabi Penutup Hijrahnya Kaum Muhajirin

oleh
oleh
(Ilustrasi penasantri.com)

Damarinfo.com – AI-Abbas ibn Abdul Muthalib seorang sahabat Nabi Muhammad dari suku Quraisy, sekaligus paman Rasulullah. Ayahnya bernama Abdul Muttalib ibn Hasyim ibn Abdu Manaf ibn Qushay ibn Kilab ibn Murrah. Ibunya bernama Nutailah bint Janab ibn Kulaib ibn Malik. Nutailah adalah wanita Arab pertama yang me nutupi Ka‘bah dengan kiswah dari sutera.

Meskipun paman nabi, abbas bin abdul mutholib baru masuk islam setelah Perang Badar. Pada perang ini Abbas berada di pihak kafir Quraisy. Rasulullah saw. memahami keadaannya sehingga beliau melarang pasukannya menyakiti atau menyerang al-Abbas dan beberapa anggota keluarga beliau yang Iain. Dalam perang itu al-Abbas tertawan oleh pasukan muslim dan tubuhnya diikat dengan ketat.

Malam itu Nabi saw. gelisah tak dapat tidur memikirkan keadaan pamannya. Seorang sahabat bertanya, “Apa yang membuat Paduka tak dapat tidur, wahai Nabiyullah?” Rasulullah menjawab, “Aku tak dapat tidur karena mendengar rintihan al-Abbas.”

Maka seorang sahabat bergegas mendekati al-Abbas dan mengendurkan ikatannya. Rasulullah saw. bersabda lagi, “Kenapa aku tidak lagi mendengar rintihan al-Abbas?” Sahabat itu menjawab, “Aku telah mengendurkan ikatannya. Rasulullah saw. bersabda, Lakukanlah kepada semua tawanan!”

Baca Juga :   Kisah Teladan Sepotong Roti Penebus Dosa

Al-Abbas menebus dirinya dan dua saudaranya, yaitu Uqail ibn Abu Thalib dan Naufal ibn al-Harits, kemudian ia menyatakan masuk Islam. Ada juga yang mengatakan bahwa ia masuk Islam sebelum Hijrah, tetapi menyembunyikan keislamannya.

Sebenarnya, ia ingin berhijrah ke Madinah, tetapi Rasulullah saw bersabda, “Tempatmu di Makkah” Ada juga yang mengatakan, Nabi saw. bersabda, “Engkau adalah Muhajirin terakhir, sebagaimana halnya aku, nabi terakhir.”

Dalam hadis riwayat Abu Ya‘la al-Maushuli dari Syu‘aib ibn Salamah ibn Qasim al-Anshari dari Rifa’ah ibn Rafi ibn Khudaij dari Abu Mush‘ab Ismail ibn Qais ibn Zaid ibn Tsabit dari Abu Hazim dari Suhail ibn Sa‘d al-Saidi bahwa al-Abbas ibn Abdul Muthalib meminta izin kepada Nabi saw. Untuk hijrah ke Madinah, tetapi Nabi saw. bersabda, “Paman, tetaplah tinggal di tempat kau tinggal saat ini! Karena Allah akan menutup hijrah dengan dirimu sebagaimana Dia menutup kenabian denganku.”

Baca Juga :   Khalid Bin Walid Musuh Besar yang Menjadi Sahabat Nabi

Setelah Rasulullah saw. memberinya izin untuk hijrah, Abbasbergegas berangkat menuju Madinah. la ikut dalam rombongan pasukan Muslim yang dipimpin oleh Rasulullah saw. untuk menaklukkan Makkah. Sejak kepergian al-Abbas ke Madinah, perintah untuk hijrah pun tuntas dilaksanakan.

Penulis : Syafik

Sumber : “Ensiklopedia Biografi Sahabat Nabi” Karya M. Raji Hasan Kinas, Penerbit Zaman Jakarta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *