10 Ribu Hazmat Suit untuk Petugas Medis dari Seorang Alias

oleh
Contoh hasil desain baju pelingdung diri (APD) yang dibuat seorang penjahit di Sugihwaras yang dipesan oleh seorang alias atau orang yang tak mau disebut namanya.Foto/Syafik

 

 

Bojonegoro-  Kelangkaan Alat Pelindung Diri (APD) bagi dokter dan para medis dalam menangani pasien virus corona atau covid-19, menggugah hati para dermawan di Indonesia. Seorang pengusaha asal Tulungagung meluangkan dananya untuk menyedikan ribuan hazmat suit atau baju pelindung diri bagi para medis.

Yang menarik, hazmat suit tersebut dipesan dari seorang yang tidak mau disebutkan namanya. Jumlah hazmat suit yang dipesan ke konveksi, tidak tanggung-tanggung, 10 ribu buah. Baju pelingdung diri ini nantinya akan disumbangkan gratis kepada dokter dan para medis.

Adalah Udin, pemilik konveksi total sport, yang beberapa hari ini sibuk dengan pekerjaannya. Dirinya diminta menjahit kain untuk hazmat suit oleh pengusaha yang tidak mau disebutkan namanya. Berdasar pengakuan pengusaha tersebut, hazmat suit tersebut akan disumbangkan. “Kayaknya orang kaya yang ingin menyumbang,” ujar pengusaha muda asal Desa/Kecamatan Sugihwaras, Bojonegoro ini.

Baca Juga :   Pandemi Corona, Lamongan Terapkan Pasar Online untuk Pedagang Tradisional

Udin melanjutkan, jumlah yang dipesan sebanyak 10 ribu buah, harus diselesaikan dalam waktu dua pekan. Pria ini yakin dapat menyelesaikan pesanan tersebut, dengan sembilan orang karyawan yang mengerjakanya. Targetnya satu karyawan mampu menyelesaikan 100 buah per hari atas dalam 14 hari satu karyawan dapat menyelesaikan 1400 buah.

Padahal, karyawan Udin, harusnya sudah diliburkan sejak tanggal 18-3-2020. Itu  karena virus corona yang belakangan menyeruak di pelbagai tempat. Tetapi setelah para karyawanya ditawari dan bersedia mengerjakan. “Karyawan saya akhirnya masuk lagi,” tandasnya.

Baca Juga :   Kapolres Bojonegoro Bawa Buah dan Vitamin untuk Warga yang Diisolasi

Udin menambahkan dirinya tidak terlalu memperdulikan biaya. Itu karena diniati untuk ikut membantu para tenaga medis dalam merawat pasien covid-19. Menurutnya yang terpenting biaya untuk bahan seperti resleting, benang dan ongkos karyawan dapat terpenuhi sudah cukup.

“Ya semacam jihad begitu mas,” kata alumni Pondok Pesantren Langitan, Widang, Kabupaten Tuban ini.

Selain menjahit baju hazmat, pihaknya juga memproduksi masker yang dibagikan secara gratis kepada warga yang membutuhkan. Pembagian gratis masker ini, seperti berbanding terbalik atas kondisi sekarang ini. Di tengah merebaknya virus corona, di pelbagai apotek dan toko obat, di depan pintu masuk bertuliskan..”Maaf masker kosong.”

Penulis : Syafik

Editor   : Sujatmiko

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *